Roti manis ubi ungu

Roti manis menggunakan tepung ubi ungu

Cara membuat roti manis yang lembut dan wangi

Apakah teman-teman menyukai roti manis?  Roti manis merupakan salah satu varian roti yang banyak dicari orang untuk konsumsi sehari-hari. Sebagai teman ngopi atau ngeteh, atau untuk bekal sekolah. Roti yang banyak digemari orang umumnya adalah yang lembut, wangi, dan lezat.

Roti seperti itu kini tidak harus dibeli dengan harga yang mahal. Kita juga bisa membuatnya sendiri di rumah. Bila tidak mempunyai mixer pun tidak masalah. Bisa dibuat dengan cara manual saja, diuleni dengan tangan sebentar.

Bagi yang tidak suka menguleni roti, kini juga sudah banyak resep di google yang menunjukkan cara membuat roti yang tidak perlu diuleni. Tidak perlu capek, cukup aduk-aduk saja, ditunggu, lalu adonan bisa dibentuk. Bila ingin lebih jelas lagi, bisa mencari dan melihat videonya di youtube.

Hasilnya umumnya tetap lembut dan enak, meskipun rotinya tidak diuleni.  Karena bahan yang digunakan biasanya adalah tepung terigu serbaguna.

Roti manis bisa diberi aneka macam isi sesuai dengan selera.  Roti manis apa yang menjadi favorit teman-teman semua? Cokelat, keju, atau kacang hijau? Saya sendiri paling suka roti isi pisang, terkadang ditambah dengan sedikit cokelat mesis dan  keju parut.

Namun kali ini saya akan share resep roti manis ubi ungu. Warnanya memang sedikit gelap karena penggunaan tepung ubi ungu. Tetapi ubi ungu itu menyehatkan, jadi tak mengapa warna roti menjadi sedikit gelap.

Resepnya sederhana saja. Saya menggunakan campuran tepung terigu protein tinggi dengan sedikit tepung ubi ungu. Kebetulan sedang punya stok tepung ubi ungu.

Bila teman-teman ingin mencoba tetapi tidak ada tepung ubi ungu, teman-teman bisa menggantinya dengan umbinya, baik ubi ungu, ubi merah atau ubi kuning yang sudah dikukus.

Sesuaikan penggunaan susu cairnya ya teman-teman. Jangan sampai terlalu lembek atau terlalu kering supaya nanti roti hasilnya tetap lembut.

Atau bila tak mau repot, ganti saja tepung ubi ungu dengan tepung terigu protein sedang. Hasilnya  tetap roti manis yang lembut.

Supaya wangi, gunakan mentega yang bagus ya. Terutama untuk olesannya setelah matang.

Isiannya bisa bermacam-macam, bisa menggunakan cokelat mesis, keju, selai, atau pisang. Dalam resep ini saya menggunakan tiga macam isian. Satu resep saya buat menjadi 10 roti, 5 buah diisi pisang, 2 buah diisi keju, tiga sisanya diisi cokelat mesis, dan keju. Isian pisang perlu disiapkan lebih dulu.

Caranya mudah,  potong-potong pisang tanduk atau pisang kepok yang sudah matang kecil memanjang. Lalu ditumis dengan mentega dan sedikit gula pasir. Aduk hingga rata, api jangan terlalu besar. Hati-hati mengaduknya, jangan sampai pisangnya hancur. Menumisnya cukup sebentar saja.

Sebuah pisang tanduk yang panjang bisa dipotong melintang menjadi tiga, lalu masing-masing dibelah tiga atau empat bagian. Jadi sebuah pisang tanduk cukup untuk satu resep roti ini. Itu kalau semuanya ingin diisi dengan pisang tentunya.

Bila teman-teman ingin menggunakan mixer untuk membuat adonan rotinya, langsung campur saja semua bahan keringnya kecuali garam dan mentega. Aduk dulu dengan kecepatan rendah hingga rata, baru masukkan telur dan susu, lalu aduk hingga menggumpal.

Setelah itu baru tambahkan mentega dan garamnya, dan teruskan mengaduk hingga kalis.

Cara membuat dalam resep berikut ini dimaksudkan bagi yang ingin membuatnya secara manual, yaitu dengan cara diuleni. Saya menggunakan susu yang hangat di sini , maksudnya untuk mempercepat proses fermentasi saja, sehingga lebih mudah dan cepat mengerjakannya.

Baiklah teman-teman, begini resep selengkapnya:

Resep roti manis ubi ungu

  • 100 ml susu cair hangat
  • 1 sdt ragi instan
  • 50 g gula pasir
  • 1 butir telur, kocok lepas
  • 175 g tepung terigu protein tinggi
  • 75 g tepung ubi ungu
  • 1/2 sdt bread improver
  • 1 sdm susu bubuk
  • 35 g mentega tawar
  • 1/3 sdt garam

Olesan:

  • 1 sdm susu cair untuk olesan roti sebelum dipanggang
  • 1 sdt mentega dicampur 1 sdt madu untuk olesan roti sesudah matang

Cara membuat:

1. Tuangkan susu cair kedalam mangkuk, beri 1 sdt gula pasir dan masukkan ragi instan, aduk hingga rata dan biarkan 8 menit.

2. Sambil menunggu ragi aktif, timbang bahan kering, yaitu terigu dan tepung ubi, tambahkan bread improver dan garam lalu ayak dan aduk hingga rata.

2. Setelah 8 menit biasanya susu yang dicampur ragi sudah penuh gelembung. Masukkan ke dalamnya telur kocok dan gula pasir, aduk rata.

3. Masukkan bahan kering ke dalam wadah yang cukup besar. Tuang campuran susu, ragi dan telur ke dalamnya, lalu uleni hingga menggumpal.

4. Masukkan mentega sedikit demi sedikit, sambil uleni adonan hingga kalis. Setelah kalis, bulatkan adonan lalu taruh dalam baskom yang sudah diolesi minyak atau margarin. Tutup dengan serbet basah lalu simpan di tempat hangat dan diamkan selama 1 jam. Bila ingin lebih cepat, taruh baskom di atas panci berisi air panas.

5. Setelah mengembang dua atau tiga kali, tinju adonan lalu uleni sebentar dan bulatkan. Istirahatkan.

6. Timbang adonan lalu bagi menjadi 8-10 potong, sesuai dengan selera saja ya. Saya membaginya menjadi 10 dan hasilnya menjadi seperti di dalam foto di atas.

7. Bulatkan masing-masing adonan yang sudah dipotong tadi, istirahatkan kira-kira 10 menit. Setelah itu giling tipis, beri isi di tengahnya, lalu bentuk sesuai dengan selera. Kerjakan hingga semuanya selesai. Setelah semuanya dibentuk rapi, Olesi dengan susu cair lalu beri taburan di mana perlu.

8. Biarkan roti kira-kira sejam, hingga roti mengembang sampai 2 kali ukurannya. Tutup bagian atasnya dengan plastik untuk menjaga tetap lembab. Atau masukkan dalam oven dalam posisi tak dinyalakan.

9. Panaskan oven setidaknya 5-10 menit. Lalu panggang roti dengan suhu 180 derajad selama 13-15 menit saja. Sesuaikan dengan oven masing-masing ya teman-teman. Kalau oven listrik saya hanya butuh waktu 13 menit saja untuk membuat roti matang.

10. Setelah matang, keluarkan dari oven lalu dalam keadaan panas olesi roti dengan campuran mentega dan sedikit madu. Sajikan hangat.

Cara mengetes fermentasi roti:

Untuk mengetahui apakah roti itu sudah cukup mengembang (mengalami proses fermentasi) atau belum, teman-teman bisa menyentuh roti dengan ujung jari. Bila setelah disentuh masih bisa kembali lagi, berarti belum selesai fermentasi. Bila disentuh jari tetap bolong berarti sudah siap untuk dipanggang.

Cara membuat isian pisang:

Gunakan pisang kepok atau pisang tanduk. Mula-mula pisang dipotong-potong kecil memanjang, lalu ditumis dengan margarin dan ditaburi sedikit gula pasir. Sebentar saja menumisnya.

Begitulah teman-teman resep roti manis isi pisang keju dan cokelat, semoga bermanfaat. IN

Pencarian dari google:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *