Resep seblak kuah dengan fusili

Cara memasak seblak kuah dengan fusili

Ini dia, makanan pedas yang sepertinya selalu pas disajikan di sore hari, terutama di saat  musim hujan. Apalagi kalau bukan seblak. Rasanya tak pernah bosan menyantap makanan pedas yang satu ini. Makin banyak cabai rawitnya, rasanya makin asyik … hehe

Ada baiknya tetap diingat ya teman-teman, tidak baik memakan kerupuk bantat ini terlampau sering, karena tidak baik untuk kesehatan.

Untuk kali ini saya ingin share resep seblak kuah dengan fusili. Fusili adalah sejenis pasta berbentuk ulir, kalau tak ada bisa diganti makaroni. Seblaknya dibuat berkuah ya teman-teman … supaya lebih terasa segarnya.

Membuat seblak kuah,  sebenarnya gampang-gampang susah. Adanya kuah membuat kerupuk dan fusili menjadi lebih cepat lunak daripada biasanya. Jadi jika agak lama direbus, kerupuk dan fusili bisa menjadi lebih lembek, akibatnya sensasi bantetnya kurang terasa.

Malah kalau kelewat lama bisa-bisa menjadi bubur. Tidak lucu bukan? Jadi kita patut lebih berhati-hati saat membuatnya. Untuk seblak kuah, lebih baik kerupuknya kurang empuk daripada terlampau lembek. Toh saat terkena kuah panas menjadi lembek juga kerupuknya.

Berbeda dengan seblak tanpa kuah yang kering, rasa bantet dari kerupuk dan makaroni bisa stabil selama berjam-jam. Dibuat pagi hari dimakan siang hari masih tetap enak, bisa dipanaskan bila perlu.

Karena itu, untuk membuat seblak yang berkuah, sebaiknya kerupuk dan makaroni atau fusili tak direndam terlalu lama. Memasaknya juga sebaiknya sebentar saja supaya tidak menjadi cepat lembek ketika terendam kuah.

Jadi jika menggunakan telur, sebaiknya diorak-arik dulu lalu sisihkan. Masak dulu sayurnya sesudah bumbu ditumis sampai harum. Setelah sayur mulai layu, baru masukkan telur, potongan bakso dan sosis, biarkan matang. Selanjutnya barulah dimasukkan kerupuk dan fusili yang sudah direndam tadi.

Begitu kerupuk dan fusili dimasukkan, langsung saja dicicipi dan dikoreksi rasanya, dan begitu kuah mendidih sebaiknya langsung diangkat saja seblaknya. Kuahnya juga kira-kira saja, tidak perlu terlampau banjir.

Sebenarnya bumbu seblak yang baku hanyalah bawang putih, cabai, kencur dan garam. Tetapi entah mengapa untuk seblak kuah saya kurang merasa sreg dengan bumbu itu. Jadi saya tambahkan bawang merah dan sebutir kemiri, sedangkan penggunaan kencur saya kurangi. Tidak sebanyak kalau membuat seblak tanpa kuah.

Saya pernah membeli seblak kuah di daerah kalibata, tak jauh dari apartemen Kalibata City. Seblaknya tidak dibumbui kencur sama sekali. Memang sih, rasanya masih lumayan enak, karena abangnya menggunakan kemiri. Cuma … rada aneh memang kalau tidak ada rasa kencurnya sama sekali.

Memang ada orang yang tidak senang membumbui seblaknya dengan kencur. Tetapi rasa khas seblaknya jadi hilang. Saya sendiri lebih suka tetap menggunakan kencur untuk bumbu seblak meskipun menggunakannya sedikit saja.

Berhubung di rumah waktu itu sedang tidak ada kencur, akhirnya seblak itu saya beri tambahan saus tiram saja, hihihi …. hasilnya lumayan juga.

Kembali ke resep seblak kuah dengan fusili kita, adanya tambahan sayur membuat seblak ini lebih segar. Jadi saya menggunakan sawi putih karena kebetulan hanya itu stok sayuran yang sedang tersedia di kulkas. Saya tambahkan juga separuh buah tomat di sini supaya lebih segar dan tampilannya makin menarik.

Bila teman-teman tidak menyukai sawi putih, bisa kok diganti dengan sawi hijau atau caisim, bisa juga bokcoy. Sesuaikan dengan stok yang ada di rumah saja. Begini resep selengkapnya teman-teman:

Seblak berkuah dengan fusili

Seblak kuah dengan fusili

Resep seblak kuah dengan fusili

Bahan:

  • 50 g kerupuk sagu warna putih
  • 25 g kerupuk sagu warna merah
  • 30 g pasta fusili
  • 5 lembar daun sawi putih, potong-potong ukuran 1 cm
  • 1/2 buah tomat, potong dadu
  • 1 buah sosis, potong-potong
  • 3 buah bakso, potong-potong
  • 1 butir telur, kocok lepas, buat telur orak-arik, sisihkan
  • 1 1/2 sdt garam atau secukupnya
  • 1 sdt gula pasir atau secukupnya

Bumbu, haluskan:

  • 4 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 butir kemiri
  • 1 jari kencur
  • 1 buah cabai keriting merah
  • 6 buah cabai rawit

Cara membuat:

  1. Rendam kerupuk dan pasta dengan air panas, tidak perlu terlalu lama, lalu segera tiriskan saja.
  2. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang, lalu masukkan daun sawi putih, aduk hingga agak layu, lalu tambahkan telur orak-arik, potongan sosis, dan bakso.
  3. Selanjutnya masukkan kerupuk dan pasta fusili yang sudah direndam tadi, aduk sebentar dan masukkan irisan tomat. Setelah itu bumbui garam dan gula pasir, lalu cicipi dan koreksi rasanya. Bila sudah pas segera angkat dan sajikan.

Sebagai catatan, seblak kuah ini masih bisa dibuat lebih cantik tampilannya lho teman-teman…. Tambahkan saja bubuk cabai sehingga kuahnya terlihat memerah. Maka seblak kuah kita akan tampil semakin genjreng dan menarik.

Memasukkan bubuk cabainya waktu membumbui seblak tadi ya … jadi bersamaan dengan garam dan gula pasir. Dengan begitu bisa sekalian dikoreksi sampai pas rasanya.

Begitulah teman-teman, resep dan cara memasak seblak kuah dengan fusili. Semoga bermanfaat bagi para penggemar seblak. IN

Pencarian dari google:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *