Resep sayur boros

Sayur boros atau sayur dari daun kunci

Cara memasak sayur boros

Sifat yang boros biasanya tak disukai. Tapi ternyata ada sayur yang dinamai sayur boros. Pernahkan teman-teman mendengar tentang sayur boros?

Kali ini saya masih akan menampilkan masakan kampung dari Jawa Tengah yang barangkali sekarang sudah mulai langka atau sudah mulai sulit ditemui di sana.

Sayur boros adalah sayur yang terbuat dari daun kunci yang masih kuncup. Selama ini bumbu kunci hanya dikenal sebagai bumbu untuk membuat sayur bening dan bakwan jagung saja. Padahal daunnya bisa juga dijadikan sayuran yang enak.

Bila bumbu kunci ini dibiarkan tumbuh dan bertunas, pada saat daunnya masih menggulung, maka kita akan mendapatkan sayur boros.

Sayuran ini cukup populer di Salatiga, mungkin juga di kota lain di wilayah Jawa Tengah. Saya belum tahu apakah di daerah lain sayur boros ini juga dikenal. Barangkali teman-teman ada yang mengetahui, senang sekali kalau ada yang bersedia memberikan tambahan informasi tentang sayur boros ini.

Jangan heran ya teman-teman jika menemukan resep masakan yang ajaib di sini, dan yang sudah pasti akan sulit  untuk diikuti. Salah satu tujuan saya membuat blog ini memang untuk mendokumentasikan masakan langka untuk sekedar menjadi referensi kita.

daun boros atau tunas kunci yang daunnya masih menggulung

Ini dia daun kunci yang masih menggulung atau boros

Entah mengapa daun kunci yang masih kuncup ini bisa disebut boros. Apakah cara memproduksinya yang boros ataukah membuat orang yang memakannya akan menjadi boros, hihi … nampaknya masih perlu ditelusuri datanya teman-teman …

Tetapi yang jelas rasanya unik dan enak sekali. Sewaktu masih kecil dan tinggal bersama orangtua, ibu saya sering membuatnya dan saya selalu menyukainya. Setelah tinggal di luar kota, setiap kali pulang kampung saya selalu mencarinya.

Cara memasaknya sederhana saja, daun kunci itu diiris tipis-tipis lalu biasanya dimasak oseng atau di masak oblok-oblok. Bagi yang belum pernah mendengar tentang sayur oblok-oblok, itu adalah salah satu cara memasak sayur yang populer di Salatiga dan sekitarnya.

Sayurannya dalam hal ini daun kunci, dimasak dengan santan, diberi kelapa parut yang agak muda dan dibumbui cabai rawit yang cukup pedas serta bawang merah bawang putih. Lebih enak lagi bila diberi tambahan petai.

Saya suka sayur boros ini karena rasanya yang unik. Bayangkanlah rasanya bumbu kunci ini dalam bentuk daun. Dengan tambahan santan dan kelapa parut yang gurih dan cabai rawit yang pedas, maka rasanya adalah kombinasi antara gurih dan pedas dengan citarasa kunci yang menyegarkan.

Sulit menemukan sayur ini di Jawa Barat, karena selama di Bogor, Jakarta, dan Depok tempat saya tinggal sekarang, saya tak pernah menemukannya.

Ketika terakhir pulang kampung, saya sempat mengikuti Ibu pergi ke pasar.  Hasilnya, jadi menemukan kembali sayuran yang sudah begitu lama tidak saya temui,  ya sayur boros ini teman-teman.

Resepnya sederhana sekali ya, ini adalah resep sayur yang di wilayah Jawa Tengah dikenal sebagai sayur oblok-oblok:

Resep sayur boros

Bahan:

  • 30 lonjor daun kunci atau boros, buang lapisan merahnya, cuci bersih, lalu iris bulat setebal 1/2 cm
  • 1 papan petai, kupas, potong sesuai selera, sisihkan
  • 3 buah cabai rawit merah (atau sesuai selera), diiris membulat kecil setebal 1/2 cm
  • 7 butir bawang merah, iris halus
  • 5 butir bawang putih, iris halus
  • 100 g kelapa muda parut yang dikupas kulitnya
  • 200 ml santan dari 1/2 buah kelapa
  • 1 lembar daun salam
  • 1 sdt garam atau secukupnya
  • 1/2 sdt gula merah atau secukupnya

Cara membuat:

  1. Didihkan santan, lalu masukkan bawang merah, bawang putih dan cabai, setelah harum masukkan salam, dan petai.
  2. Masak sebentar hingga petai matang, lalu masukkan juga boros dan kelapa parut. Bumbui garam dan gula merah, aduk rata, cicipi dan koreksi rasanya hingga pas sesuai selera.
  3. Biarkan mendidih dan angkat setelah borosnya matang.

Mudah sekali bukan cara memasak resep sayur boros ini teman-teman? Memang sulit mempraktekannya kalau kita tidak menemukan bahan bakunya. Hanya saja, bagi teman-teman yang belum tahu, semoga saja tulisan ini dapat menambah khasanah pengetahuan tentang keragaman masakan Jawa Tengah. Sebelum masakan ini akhirnya nanti hilang dan terlupakan (IN).

Pencarian dari google:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *