Resep Nasi Liwet Solo

Nasi liwet

Membuat Nasi Liwet Solo dengan Rice Cooker

Punya rencana memasak apa week end ini teman-teman? Ada yang tertarik untuk memasak Nasi Liwet Solo?

Para penggemar wisata kuliner yang pernah ke Solo biasanya pernah mencoba Nasi liwet Solo. Di sana, nasi liwet yang paling terkenal dan biasanya rame didatangi wisatawan adalah nasi liwetnya Bu Wongso Lemu di Keprabon.

Nasi liwetnya disajikan dengan pincuk sebelum ditaruh di piring dari rotan, lalu makannya sambil duduk lesehan diiringi musik tradisional dan lagu-lagu yang dinyanyikan para pesinden. Asyiknya …

Istimewanya Nasi Liwet Solo adalah nasinya yang gurih dan lembuuut sekali. Padahal nasinya tak selalu dari beras kualitas nomor satu yang pulen sekali, meskipun umumnya mereka tetap berusaha menggunakan beras yang cukup bagus dan pulen.

Sewaktu bertanya kepada seorang pedagang nasi liwet yang tinggal di Desa Menuran, Sukoharjo, saya baru tahu mengapa nasinya bisa begitu lembut. Mereka biasa memakai santan yang banyak.

Jadi semakin terasa keras berasnya, semakin banyak dan semakin kental santan yang mereka gunakan. Selain itu, mereka juga merendam  dahulu berasnya sebelum dimasak setidaknya sejam. Cara ini juga membantu membuat nasi lebih empuk.

Pada umumnya Nasi Liwet Solo masih dimasak menggunakan tungku dan bahan bakarnya menggunakan kayu. Beras yang sudah direndam biasanya akan dikukus dulu setidaknya setengah jam hingga setengah matang. Setelah itu baru disiram santan encer, diangkat, lalu diaduk dengan santan yang kental.

Setelah didiamkan, nasi itu baru dikukus dalam waktu yang cukup lama supaya betul-betul tanak dan tahan lama (perlu dicatat di sini bahwa penggunaan santan yang banyak akan membuat waktu mengukus nasi semakin lama, jadi bila ingin nasi liwet yang empuk kita mesti sabar menanti).

Menurut Ibu pedagang nasi liwet yang lain, nasi yang dimasak dengan kompor gas memang lebih cepat matang dibandingkan jika dimasak dengan kayu bakar, namun biasanya juga lebih cepat basi.

Keseluruhan proses pembuatan nasi liwet di sana memang makan waktu cukup lama, bisa sampai 8 jam. Jadi misalnya mereka mau berjualan mulai jam 5 Sore, umumnya jam 8 pagi sudah mulai menyiapkan bumbu-bumbu, membuat pincuk, mengupas labu, dll.

Lalu sekitar jam 9-10 pagi mulai merebus ayam kampung, memasak nasi, menyiapkan makanan penyerta, dan membuat sayur labu. Biasanya jam 3-4 sore baru semuanya siap. Waktu yang cukup lama bukan?

Mereka begitu sabar dan mengerjakan semua itu dengan sepenuh hati. Tak heran hasil masakannya begitu nikmat. Setelah semuanya matang, barulah nasi liwet itu dibawa ke warung tenda tempat mereka berjualan di Solo.

Bila kita membuat nasi liwet sendiri di rumah, akan lebih enak jika dibuat menggunakan kukusan, meskipun memasaknya menggunakan kompor biasa. Jadi berasnya dikukus lebih dahulu, dan santannya dimasak, kemudian diaron, baru dikukus lagi.

Tetapi bukan berarti kita tidak bisa menggunakan rice cooker. Cara memasaknya sama dengan memasak nasi biasa, cuma airnya diganti dengan santan, dan jangan lupa mengaduk nasi hingga rata sebelum nasinya matang. Resep berikut ini menggunakan beras 300 g saja, jadi kira-kira cukup untuk 3-4 orang.

Bahan untuk nasi liwet:

  • 300 g beras jenis yang cukup pulen
  • 500 ml santan (bisa dari hasil pengenceran 70 ml santan instan)
  • 2 lembar daun salam
  • 2 lembar daun pandan (bila ingin nasinya lebih wangi)
  • 3/4 sdt garam atau secukupnya
  • 1 sdm air perasan jeruk nipis (supaya tak cepat basi)

Cara membuat:

1. Masukkan beras ke dalam rice cooker. Masak santan bersama garam dan daun salam di atas kompor hingga mendidih. Selanjutnya angkat dan tuang santan matang ke dalam rice cooker, beri air perasan jeruk nipis, aduk rata, dan masak seperti biasa.

2. Usahakan untuk mengaduk nasi kembali hingga rata sebelum nasinya matang. Setelah matang, buang daun salamnya dan biarkan nasi tetap di dalam rice cooker hingga saatnya disajikan bersama sayur labu siam, ayam suwir, areh, dan telur pindang.

Bahan untuk memasak ayam:

  • 1/2 ekor ayam kampung, cuci bersih
  • 1 lembar salam
  • 2 jari lengkuas, memarkan
  • 1 jari jahe, memarkan
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • 3 jari kunyit, dibelah memanjang menjadi 2/3 bagian

Bumbu halus:

  • 2 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 2 butir kemiri
  • 1/2 sdt garam atau secukupnya
  • 1/4 sdt gula

Cara membuat:

Tumis bumbu halus, tambahkan jahe, daun salam, kunyit, dan lengkuas, masukkan ayam, lalu beri air hingga ayam terendam, dan ungkep ayam hingga empuk. Setelah empuk angkat dan tiriskan ayamnya, biarkan dingin, lalu suwir-suwir bagian dadanya dan potong bagian lainnya, sisihkan. Saring air rebusannya untuk memasak sayur labu.

Bahan untuk sayur labu siam:

  • 1 buah labu siam, kupas dan potong-potong bentuk korek api, beri sedikit garam, diamkan 15 menit,  bilas dan sisihkan.
  • 500 ml kaldu hasil merebus ayam kampung
  • 70 ml santan instan
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt gula merah
  • 1/4 sdt gula pasir
  • 2 sdm minyak goreng untuk menumis
  • 5-10 cabai rawit merah

bumbu, haluskan:

  • 5 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 2 buah cabai merah keriting (tambahkan cabainya bila ingin lebih pedas lagi)
  • 3 buah cabai merah besar, buang bijinya (supaya warna kuahnya memerah)
  • 2 buah kemiri

Cara membuat:

1. Tumis bumbu halus dengan 2 sdm minyak goreng hingga harum, lalu tambahkan cabai rawit merah dan aduk kembali. Selanjutnya tambahkan kaldu dan santan, aduk hingga mendidih.

2. Masukkan labu, masak hingga layu, bumbui dengan garam, gula merah dan gula pasir, cicipi dan koreksi rasanya. Masak hingga matang lalu angkat dan sisihkan.

Catatan:

  • Karena sayur labu dimasak dengan kaldu hasil merebus ayam yang sudah menggunakan salam dan lengkuas, maka di sayur labu tidak digunakan lagi. Tapi bagi yang merasa ada yang kurang, boleh tetap menggunakannya. tambahkan saja salam dan lengkuasnya saat menumis bumbu bumbu halus, setelah memasukkan cabai rawit merah.
  • Bagi yang suka, bisa juga menggunakan rebon agar lebih gurih. Caranya, cuci bersih rebon dan rendam dalam air panas lalu tiriskan dan tumis bersama dengan bumbu halus, sebelum memasukkan cabai rawit. Tapi bagi yang tidak suka tak perlu menggunakannya.
  • Pada umumnya pedagang nasi liwet merasa penggunaan kaldu ayam sudah cukup membuat sayur labunya gurih sehingga tak perlu lagi menggunakan rebon. Tapi ada juga pedagang yang  menambahkan terasi di bumbu halusnya.

Resep telur pindang dapat dicari di bagian search

Membuat areh atau kumut

Bahan:

  • 2 putih telur, kocok hingga agak mengembang
  • 80 ml santan kental, encerkan menjadi 150 ml
  • 1 siung bawang putih, haluskan
  • garam secukupnya

Cara membuat:

Aduk rata putih telur dengan santan kental, beri bawang putih halus dan garam, tambah sedikit air bila terlalu kental lalu didihkan menggunakan panci kecil, angkat areh yang sudah jadi dengan menggunakan serokan. Setelah areh diangkat seluruhnya, masukkan dalam wadah tahan panas dan kukus hingga matang.

Membuat telur kukus:

Bahan:

  • 100 ml santan kental
  • 2 kuning telur, kocok lepas
  • garam secukupnya

Cara membuat:

Kocok telur bersama santan kental hingga rata, bumbui garam, masukkan loyang berbentuk kotak, kukus hingga teksturnya padat seperti tahu. Angkat dan biarkan dingin, setelah dingin potong kotak kecil, sisihkan.

Jadi begitulah resep nasi liwet solo, cukup ribet memang membuatnya, tetapi hasilnya menyenangkan. Bila ingin lebih mudah, siapkan telur pindang dan ayamnya sehari sebelumnya. IN

Pencarian dari google:

One Response to Resep Nasi Liwet Solo

  1. daniar says:

    resep nasi liwet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *