Resep cakue praktis

Cakue mudah dan praktis

Cara membuat cakue yang mudah dan praktis

Ceritanya lagi senang membuat camilan sendiri karena sedang males membeli jajanan. Melihat langit gelap dan sebentar-sebentar turun hujan, jadinya setiap keluar rumah maunya buru-buru tiba di tempat tujuan. Pulangnya juga begitu, maunya langsung saja, sama sekali tidak menoleh ke tukang makanan.

Sebagai hasilnya, sore hari atau malam jadi hobi menyiapkan adonan untuk disimpan di kulkas sehingga besoknya tinggal digoreng. Mulai dari tahu isi pedas, cakue, hingga martabak, semuanya disiapkan sebelumnya sehingga saat ingin minum teh tidak butuh waktu lama menyiapkan snack.

Kali ini saya ingin share resep cakue praktis. Sebenarnya sudah lama saya ingin mencoba membuatnya sendiri. Soalnya dulu di Jakarta, setiap kali belanja di alfamart dekat rumah, sering melihat tukang cakue sedang menggelar dagangannya sambil menggoreng.

Abang pedagang cakue terlihat asyik mengerjakannya. Mula-mula dia mengambil sepotong adonan, menariknya, lalu memasukkannya ke dalam penggorengan yang lebar dan menggorengnya hingga matang.

Cakue yang tadinya ukurannya hanya sejempol setelah ditarik berubah menjadi panjang dan mengembang besar begitu digoreng. Seperti sulapan saja. Cuma satu yang tidak asyik, minyak goreng di dalam penggorengan warnanya sudah kehitaman tetapi kok tidak diganti.

Saya jadi ingin bisa membuat sendiri camilan yang berasal dari Tiongkok ini. Sayangnya ketika pertama melihat resepnya di youtube, tentang cara membuat cakue atau you tiao ini kok sepertinya rada ribet.

Pertama diuleni lalu didiamkan, selanjutnya diuleni lagi 20 menit kemudian … lalu … diuleni lagi … diuleni lagi … (menguleninya hingga 4 kali) baru didiamkan sejam, lalu dimasukkan plastik, kemudian didiamkan lagi 4 jam …. Hmmm…. jadi mikir … apa nggak ada cara yang lebih praktis ya?

Cakue yang praktis dan mudah

Cakue yang praktis

Beberapa hari yang lalu, ketika membuka koleksi resep jadul, kebetulan saya menemukan resep cakue yang praktis dari Majalah Femina lama. Ada foto step by step nya lagi. Di situ cara membuatnya sangat praktis, semua bahan cukup dicampur dan diuleni sampai kalis lalu langsung didiamkan saja selama 4 jam.

Setelah itu dibanting-banting selama 5 menit. Lalu tinggal ditimbang, dibentuk dan ditarik. Selanjutnya dua potong adonan ditumpuk menjadi satu, dan nggak lama kemudian adonan sudah bisa digoreng.

Sepertinya resep yang ini lebih pas buat saya. Sudah terbayang saja, bahan akan saya timbang di siang hari, lalu diuleni dan didiamkan selama 4 jam. Berarti sore atau abis maghribnya bisa disimpan dulu di lemari es. Besok baru dibentuk, digoreng dan dinikmati saat minum teh/ngopi.

Cuma sayangnya, resepnya menggunakan garam alkali dan amoniak kue. Menurut keterangan di situ, garam alkali bentuknya mirip garam dapur, dan warnanya putih bersih. Berfungsi untuk membuat adonan menjadi kenyal dan tidak mudah putus. Dijualnya di toko bahan kimia.

Sedangkan amoniak kue adalah sejenis bahan kimia yang bentuknya bubuk putih dengan aroma yang tajam. Fungsinya sebagai pengembang adonan. Dijualnya juga di toko bahan kimia.

Di dekat tempat tinggal saya agak sulit mencari toko bahan kimia. Cuma pas masuk ke google kok terbaca cara membuat cakwe menggunakan fermipan. Tiba-tiba terbitlah ide untuk mengganti garam alkali dengan fermipan saja. Sedangkan amoniak kue diganti baking powder.

Cara membuatnya juga saya ganti sedikit. Maklum sudah kebiasaan mengaktifkan ragi dulu sebelum diuleni. Teknik mengaktifkan ragi ini dulu pernah saya lihat dari video cara membuat roti manisnya Mbak Nikmatul Rosidah di youtube.

Ternyata ketika sudah diuleni hingga tak lengket, rasanya adonannya kok tidak terlihat mulus  begitu. Mungkin tadi saya kurang kalis menguleninya.

Jadi akhirnya adonan saya diamkan dulu selama 20 menit di dalam wadah yang sudah diolesi minyak goreng dan ditutup lap basah. Setelah 20 menit lalu diuleni lagi, saya lakukan hal ini 2 kali, yang ketiga baru deh adonan lebih mulus.

Adonan itulah yang selanjutnya saya diamkan selama 4 jam di dalam wadah yang sudah dioles minyak goreng dan ditutup dengan lap basah. Selanjutnya dibungkus plastik dan dimasukkan kulkas.

Besoknya saya keluarkan dari kulkas, didiamkan dulu 20 menit supaya tidak terlalu dingin. lalu langsung saya timbang masing-masing 20 g dan dibentuk. Sayangnya tidak bisa seperti main sulapan ala abang tukang cakwe yang saya ceritakan tadi ya …

Adonan yang ini setelah dibentuk lalu ditarik supaya memanjang, didiamkan dulu selama 10-15 menit, baru ditumpuk dengan selembar adonan lain dan ditekan dengan sumpit di tengahnya. Setelah didiamkan lagi 15 menit baru digoreng. Hasilnya bisa teman-teman lihat dari foto di atas.

Begini resep aslinya dari Majalah Femina teman-teman:

Resep cakue praktis

Sumber: Majalah Femina (Resep Cakue Step by Step)

Bahan:

  • 500 g tepung terigu protein tinggi (saya hanya menggunakan 250 g terigu protein tinggi)
  • 2 1/2 g soda kue (saya menggunakan 3/4 sdt soda kue)
  • 1 sdt garam (saya menggunakan 1/2 sdt saja)
  • 1/2 sdt garam alkali (saya ganti dengan 1 sdt fermipan)
  • 1/2 sdt amoniak kue (saya ganti dengan 1/2 sdt baking powder double acting)
  • 500 ml air (saya hanya menggunakan 170 ml air matang hangat)
  • Minyak untuk menggoreng

Sambal (aduk rata dan masak di api kecil hingga matang):

  • 3 buah cabai keriting merah, cincang halus (saya ganti cabai rawit orange)
  • 250 ml air
  • 1 sdt garam
  • 2 sdt cuka
  • 25 g gula pasir

Cara Membuat Cakue di resep aslinya:

  1. Campur tepung, soda kue, garam, garam alkali dan amoniak, aduk rata. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis. Sisihkan selama 4 jam.
  2. Banting-banting adonan selama 5 menit. Potong masing-masing sesberat 20 g. Pipihkan setebal 1/2 cm
  3. Tipiskan adonan sambil ditarik hingga mulur dan berukuran 10 x 2 x 1 cm
  4. Tumpuk 2 lembar adonan menjadi 1. Tekan bagian tengahnya dengan pemotong adonan jangan sampai putus. Balik, tipiskan, lakukan hal  yang sama sampai seluruh adonan selesai dibentuk.
  5. Panaskan minyak, goreng cakue hingga mengembang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat, tiriskan. Sajikan.

Yang saya lakukan:

  1. Saya membuat dulu biang ragi yang terdiri dari 50 ml air hangat ditambah dengan 1 sdt fermipan, 1 sdm terigu protein tinggi, dan 1 sdt gula pasir. Adonan biang ini saya biarkan selama 8 menit hingga mengembang.
  2. Bahan keringnya, yaitu terigu, garam, soda kue, dan baking powder diaduk rata (ayak dulu bila perlu), lalu sisihkan. Setelah 8 menit, biang ragi tadi lalu dicampur bahan kering dan diuleni dengan 120 ml air hangat sedikit demi sedikit hingga adonan menggumpal dan tak lengket. Lalu tambahkan 1 sampai 2 sdm minyak goreng baru diuleni kembali sampai kalis.
  3. Setelah kalis saya bulatkan lalu dimasukkan wadah yang sudah dioles minyak goreng dan ditutup lap basah. Tetapi karena saya merasa adonannya tadi masih belum halus jadi 20 menit kemudian saya uleni lagi, dan kembali diuleni 20 menit kemudian. Setelah itu, barulah adonan tersebut kembali dimasukkan wadah dengan ditutup kain basah dan didiamkan selama 4 jam. Setelah 4 jam saya bungkus plastik agak tebal lalu disimpan di kulkas.
  4. Besoknya, kira-kira jam 10 pagi adonan saya keluarkan lalu diistirahatkan dulu di meja selama 20 menit. Setelah itu ditimbang masing-masing 20 g, lalu dibentuk oval memanjang, dipipihkan dan ditarik hingga memanjang dan ukurannya menjadi 10 x 2 x 1 cm. Diamkan dulu sekitar 10-15 menit.
  5. Selanjutnya ambil satu adonan, tekan bagian tengahnya dengan sumpit, lalu tumpuk dengan adonan lain dan tekan kembali bagian tengahnya dengan sumpit hingga kedua adonan saling menempel dan terbentuk garis lurus di tengahnya. Kerjakan terus hingga semua adonan selesai dibentuk.
  6. Setelah itu istirahatkan kembali adonan sekitar 15-20 menit, lalu digoreng dalam wajan yang lebar dengan minyak banyak. Tarik dan masukkan adonan dalam keadaan minyak yang sudah dipanaskan, tetapi biarkan apinya sedang saja. Goreng hingga cakue berwarna kuning kecokelatan. Setelah semua cakue selesai digoreng, tiriskan lalu sajikan dengan sausnya.

Begitulah cara membuat dan resep cakue praktis ini teman-teman, semoga bermanfaat.

Sebagai update dari resep ini. Proses pembuatannya ternyata bisa dipercepat dengan mencampurkan sebagian soda kue ke dalam air hangat. Dengan begitu, setelah diuleni hingga kalis, adonan hanya perlu diuleni kembali setelah sejam untuk membuat adonannya lebih halus. Setelah itu didiamkan kembali dalam wadah dan ditutup lap basah selama 1-2 jam. Selanjutnya cakue ini sudah bisa dibentuk dan digoreng.

Baiklah, supaya lebih mudah dimengerti, berikut ini update cara membuat cakue yang lebih singkat:

  1. Buat biang ragi: campur 50 ml air hangat dengan 1 sdt fermipan, 1 sdm terigu protein tinggi, dan 1 sdt gula pasir. Biarkan selama 8 menit hingga mengembang.
  2. Campur bahan kering: 250 g terigu, 1/2 sdt garam, 1/4 sdt soda kue, 1/2 sdt bawang putih bubuk (supaya lebih gurih) dan 1/2 sdt baking powder diaduk rata (ayak dulu bila perlu), sisihkan.
  3. Setelah 8 menit, biang ragi tadi lalu dicampur bahan kering dan diuleni dengan 120 ml air hangat (yang sudah diaduk dengan 1/2 sdt soda kue) sedikit demi sedikit hingga adonan menggumpal dan tak lengket. Lalu tambahkan 1 sampai 2 sdm minyak goreng baru diuleni kembali sampai kalis.
  4. Setelah kalis bulatkan lalu dimasukkan wadah yang sudah dioles minyak goreng dan ditutup lap basah. Sejam kemudian diuleni kembali selama 1-2 menit. Lalu diamkan lagi selama 1-2 jam. Setelah itu adonan bisa disimpan dulu dikulkas atau langsung dibentuk dan digoreng (IN).

Pencarian dari google:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *